Publication

Laras Magazine, March 2002

Hunian Gaya Tropis Colonial
Konsep hunian gaya tropis colonial yang terbagi dalam beberapa unit bangunan ini memiliki site plan yang tertata baik. Didukung dengan penataan interior yang trampil eklektik serta lingkungan taman yang tertata secara alami menjadikannya sebagai tropical home yang sesungguhnya.



Pantai Jimbaran yang terletak di selatan Bali, memang merupakan daerah yang tepat untuk mendirikan rumah peristirahatan. Lahan luas yang ditata dengan taman gaya tropis, courtyard yang nyaman dilengkapi kolam renang serta gaya bangunan tropis colonial merupakan gambaran ideal bagi sebuah rumah peristirahatan di tepi pantai. Konsep ideal inilah yang diwujudkan oleh Made Wijaya, sebagai desainer taman dan sekaligus desainer interior pada hunian di kawasan daerah Kedongan, Jimbaran.

Merencanakan desain lanskap serta hunian yang terletak di area seluas 10.759 M2 adalah tantangan yang mengasyikan bagi sang perancang, walaupun sebenarnya hunian yang luas ini merupakan bangunan lama yang direnovasi. Secara umum bangunan ini terbagi menjadi tiga kelompok/unit bangunan – berbentuk U – dan difungsikan sebagai rumah peristirahatan untuk pemilik, teman ataupun kerabatnya. Oleh karena itu, dalam unit-unit bangunan yang terpisah dirancang ruang-ruang dengan style yang berbeda oleh Made Wijaya.

MAIN HOUSE.
Dalam kelompok unit bangunan ini, pusat bangunan – centre – difungsikan sebagai area main house. Bangunan rumah utama yang memiliki luas sekitar 467 m2 ini dibangun dua lantai, dirancang dalam gaya tropis colonial dan dicat serba putih. Lantai pertama terdiri dari satu ruang tidur, kantor, serta, sedangkan lantai atas difungsikan sebagai ruang duduk serta ruang makan. Nuansa tropis colonial terasa sangat kuat pada area teras bangunan utama yang menghadap ke arah kolam renang seluas 250 M2 dengan beberapa patung batu – ukiran penyu – yang memancarkan air mancur ke sekeliling kolam renang.

Bangunan pada sayap kanan – seluas 81 m2 – tampaknya difungsikan sebagai guest house, yang terdiri dari dua ruang tidur untuk tamu – terpisah – bernuansa putih serta bergaya colonial dengan teras mungil. Selain, guest house ini juga memiliki pantry mungil yang memiliki windowservicefolding – yang dibuat dari materi kayu kelapa dengan ornament gaya primitif.
Area ini juga sekaligus sebagai bar – dilengkapi beberapa kursi rotan bercat biru – bila difungsikan pada sisi ruang sebalikanya. Area bar ini sekaligus menyatu dengan ruang makan yang terbuka menghadap ke kolam ikan.

Secara umum pada setiap sisi bangunan-guest house di sayap kiri, main house di bagian tengah maupun master bed room di sayap kanan – Made merancang kebutuhan ruang bagi penghuninya secara lengkap dengan yang cukup tinggi.

TERAS TERBUKA.
Saat kita menuju ke pusat bangunan maupun ke area sayap kanan, kita akan melalui area terbuka yang terletak di sayap kiri kini hunian ini. Area yang memiliki luas 186 M2 ini selain difungsikan sebagai area living – berpenampilan seperti teras terbuka – menjadi satu unit dengan master bed room yang biasa digunakan pemilik.
Area terbuka ini mempunyai bentuk ceiling yang tinggi dengan tiang-tiang menjulang berwarna putih serta lantai teraso yang juga ini dibuat deck kayu berbentuk panggung – mezanin – pada bagian luar bangunan – pada bagian luar bangunan sebagai area terbuka untuk duduk-duduk santai menikmat pemandangan laut atau suasana sunset yang indah di Pantai Jimbaran. Untuk menghadirkan suasana Bali, bangunan dirancang dengan atap alang-alang dengan teknik iga (usuk) bambu, sehingga bangunan ini dapat tampil lebih bersentuhan etnik.

 

Keberadaan area terbuka sebagai living area tampaknya difungsikan secara optimal oleh perancang dengan menempatkan sofa bambu dengan bantalan-bantalan berlapis kain tenun berwarna offwhite yang comfort untuk diduduk. Sofa bambu ini ditata secara simetris berhadapan dengan meja tengah bergaya primitif bermateri kayu. Empat buah standing lamp yang sekaligus dapat berfungsi sebagai meja samping ditata secara simetris mengapit kedua sisi sofa bambu.

Untuk mengurangi panasnya sinar matahari serta hempasan angina pantai yang cukup keras, Made merancang bidang-bidang jalusi – adjustable – yang memanjang memenuhi salah satu sisi area tersebut. Bidang-bidang jalusi ini dapat dibuka / tutup sesuai dengan kebutuhan. Apabila cuaca bersahabat, jalusi ini cukup dibuka dan kehadirannya justru menjadi elemen interior yang menarik. Area living yang terbuka ini memiliki vista yang cukup menawan ke arah kebun serta kolam renang yang luas.

Bangunan yang tampil terbuka dan menghadap kebun tropis karya sang perancang ini indah dengan berbagai jenis tanaman local yang tahan terhadap udara laut seperti bougainvillea, dada merah dan kamboja. Tanaman palem dan kembang sepatu ditanam sebagai pembatas maupun pengisi bidang, selain pohon kelapa sebagai cirri khas tanaman pantai.

Pada salah satu sudut ruang yang menghubungkan ke ruang tidur utama, perancang menghadirkan komposisi simetris yang menawan. Dua balok beton bercat putih menjadi kaki meja konsul yang diapit dengan dua buah kursi dari anyaman pelepah pisang.
Ornamen ukiran kayu – digantung dengan rantai bersusun tiga – selain sebagai elemen dekoratif yang cukup menarik, kehadirannya cukup mengisi bidang dinding yang cukup tinggi.

MASTER BED ROOM.
Selain sebagai area living, unit bangunan ini berfungsi juga sebagai ruang tidur utama yang dilengkapi dengan fasilitas khusus, seperti pantry mungil serta ruang studi di lantai atas yang dihubungkan oleh tangga putar.

Master bed room ini memiliki daun pintu ganda, yaitu dua daun pintu kaca yang selalu terbuka serta pintu jalusi yang berwarna merah senada dengan kusen. Dinding ruang tidur dicat dengan warna hijau – ocher dikombinasikan dengan warna merah maroon – dan dihiasi dengan lukisan bunga yang mengelilingi ruang. Begitu pula lukisan sulur-sulur berwarna putih yang menjadi border pada dinding bagian atas.

Secara keseluruhan lahan yang berada di tepi Pantai Jimabaran ini sangat luas, 10.759 M2. Selain beberapa area tadi, masih terdapat beberapa area lain, beberapa bale bengong serta kolam ikan seluas 512 M2.

Bagi Made Wijaya – serbagai perancang taman gaya tropis yang piawai -, hal ini malah menjadi tantangan yang mengasyikkan karena baginya “ a garden is more than the sum of its plants”.

Komposisi taman yang baik merupakan sinerginya konsep arsitektur dengan lingkungan yang akan menghadirkan sebuah “cerita”. Dan “cerita” inilah yang kemudian melibatkan semua elemen pendukung di sekitarnya, seperti yang kita temui di hunian luas di tepi Pantai Jimbaran ini.

 


>> back <<


Copyright © 2006 PT. Wijaya Tribwana International. All Rights Reserved.